Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Senja Bersama Altha



Oleh: Gemintang Halimatussa’diah

Senja itu, sepulang bekerja, senyum kembali mengembang di pipiku begitu melihat Altha keponakanku sedang main ke rumah kami bersama mamanya.

“Ni ada kado, Tan,” Altha menunjukkan sebuah paket yang tadi diantar oleh Pak Pos.

“Wah, buku ini!” seruku senang. Itu adalah salah satu buku antologiku yang kisahnya amat kusukai.

“Kok gambarnya nggak bagus, sih?” Komentar Altha tanpa diminta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemilik Tahta Jiwa



Oleh: Gemintang Halimatussa’diah

Pangeran surga
senyumnya tak hanya meneduhkan mata
melainkan langsung menentramkan jiwa
pemilik akhlak mulia
tak hanya memesona
juga mampu lunturkan nelangsa

Pangeran surga
merengkuhmu  dari kegelapan
menuju misbah penuh cahaya cinta
menghanyutkan
menyelaraskan harmoni rasa
demi meraih jannah-Nya

Pangeran surga
tak hanya indah
tetapi juga mengindahkan
membuamu bertumbuh
menjadi pribadi serupa bunga
penghias taman jiwa

Pangeran surga
bertahta lembut di palung jiwa
menghias asa menjadi realita
memberi rasa
tuk bersama melangkah raih ridho-Nya

Depok, 22 September 2013

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa Bidadariku Tak Seperti Dulu?



Oleh: Gemintang Halimatussa’diah

Ada yang BERUBAH pada raut wajahnya. Entahlah, hanya lelah yang dapat kulihat pada paras ayu yang biasanya dihiasi senyuman itu. 

“Ada apa, Sayang? Belakangan ini kamu tampak berbeda,” tanyaku pada kekasih hati yang amat kucintai.
“Tidak apa-apa, Mas.” jawabnya singkat tanpa ekspresi. Hambar, ibarat MASAKAN tanpa garam, itulah yang kurasakan kini. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Apakah dia bosan padaku? Atau jangan-jangan, dia mulai selingkuh? 

Semua tanya itu kemudian terjawab, setelah dokter pribadi istriku memberitahukanku bahwa bidadariku itu tengah menderita PENYAKIT kanker stadium empat. Bibirku kelu, lututku teras lemas, ada sesak dan pedih yang terasa menjalari ruang-ruang dalam hatiku. Bagaimana mungkin sebagai suaminya aku bisa tak mengetahui perihal penyakit yang bersarang di tubuh istri yang amat kucintai itu?

Jadi, itukah yang menyebabkanmu kini berubah bidadariku?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tiada Lagi Karang di Hati


Oleh: Gemintang Halimatussa'diah



Rasa gundah mulai merasuki hati KARANG LAGI. Entah mengapa, wajah Iis, gadis yang pernah dijodohkan dengannya, selalu saja mengusik kekosongan hatinya.

Iis, sedang apa kamu sekarang? Batinnya.

Sementara Iis kini tengah berada di pelaminan bersama laki-laki lain. Laki-laki pilihan hatinya sendiri, yang tak pernah direstui kehadirannya oleh sang orang tua. Cinta, itulah alasannya menentang keinginan hati orang yang telah membesarkanya selama ini.

Usai resepsi pernikahan, Dio, suami Iis, MASUK ke kamar pengantinnya. Sementara Iis telah menantinya sejak tadi.

"Iis, ada yang ingin kusampaikan padamu." Begitu katanya setelah ia duduk berdekatan dengan Iis di pinggir ranjang pengantin mereka.

"Mau bilang apa, Mas?" Iis menyunggingkan senyum.

"Aku...Aku sangat cemburu saat Karang dan kamu dijodohkan oleh orang tua kalian."

"Iya, aku paham, Mas."

"Iya, aku sangat cemburu. Makanya, begitu mengetahui kalau kamu telah lama diam-diam menyukaiku, aku segera saja melamarmu." Mendengar itu, Iis kembali tersenyum sambil menyandarkan kepalanya ke bahu sang suami.

“Aku senang dengan sikap gentlemanmu, Mas.”

“Tapi, itu semua kulakukan demi Karang. Telah lama aku mencintainya. Dan aku tak rela jika dia menikahi seorang gadis.” Iis terhenyak. Segera ia tegakkan kepalanya, menjauhi bahu Dio. Hanya kernyitan di dahi yang menandakan ia membutuhkan penjelasan atas apa yang dikatakan Dio barusan.

“Iya, Iis. Aku mencintai Karang. Aku tak peduli dia mencintaiku atau tidak. Yang penting, aku tidak mau melihat dia menikah dengan orang lain.”

Iis terbelalak. Apakah ini hanya sebuah candaan?

“Kamu ngomong apa sih, Mas? Aku benar-benar nggak ngerti.” Iis menggelengkan kepalanya.

“Kamu masih belum paham Is? Aku ini gay. Dan aku mencintai Karang! Sekarang kamu sudah paham?”
Iis tak mampu berkata apa-apa lagi. Bibirnya kelu. Sebuah rasa aneh menjalari ruang hatinya. Hanya kosong. Kata-kata Dio selanjutnya sungguh tak mampu ia cerna.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RESENSI BUKU: #HIJAB1ST



#HIJAB1ST
Warna-warninya Kisah Pengalaman Pertama Berhijab



Judul               : #Hijab1st
Penulis             : Achi TM dan Rumah Pena Writers
Penerbit           : Qultum Media
Tebal               : 188 halaman
Tahun terbit     : 2013
ISBN               : 979-017-245-1

Hijab dewasa ini agaknya memang telah menjadi sorotan di tengah masyarakat. Tak lagi sekadar dipandang sebagai sebuah kewajiban, hijab juga tampaknya telah menjadi trend fashion yang desainnya tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Seolah menyadari fenomena ini, Achi TM pemilik grup kepenulisan Rumah Pena, kemudian menggagas hadirnya buku yang berisi kisah nyata inspiratif pengalaman pertama berhijab.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PR-kuh

Mau coba ngerjain PR dari vera astanti, semoga ndak salah..heu2.. ^^

Pertanyaan Wajib:

1. nambah atau ngurangin timbunan (buku)?
    Nambah terus kalau bisa, nanti kalau sudah banyak baru mulai   ngurangin, heu2..

2. pinjam atau beli buku?
    Tergantung sih. Kalau bukunya benar-benar penting untuk referensi, atau benar-benar saya suka isinya, mending beli. Kalau lagi nggak ada duit sih ya pinjam dululah..heu2..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SMART PARENTING



Membentuk Keluarga Harmonis (Sakinah)

Sungguh sebuah kesempatan yang berharga bagi saya dapat menghadiri sebuah kajian bertema “Membentuk Keluarga Harmonis” yang disampaikan oleh Ustad Budi Darmawan, suami dari mendiang Yoyoh Yusroh. Mungkin di antara kita sudah banyak yang tahu bahwa Bu Yoyoh Yusroh adalah seorang anggota DPR sekaligus pendakwah yang memiliki 13 orang anak. Tak hanya itu, di tengah kesibukannya yang padat, beliau juga tetap menjaga hafalan Al Quran, dan tilawahnya dalam sehari tak kurang dari 1 juz. Subhanallah!
Lantas, bagaimana beliau dan suami yang memiliki begitu banyak kesibukan dapat mendidik ke-13 anaknya yang kesemuanya terbilang sukses dunia dan insyaAllah juga akhirat? 

Mari kita simak rangkuman materi yang disampaikan beliau berikut ini!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Quiz Monday FlashFiction Prompt #3: Jalan Kenangan


Oleh: Gemintang Halimatussa'diah 


Jalanan ini masih terlihat remang oleh cahaya lampu 5 watt yang telah begitu lama bertengger di atas pohon mangga. Jalan yang sama, tempat pertama kali aku berjumpa dengannya. Ya, dia, lelaki yang teramat dalam kucintai, sekaligus kubenci. Bagaimanalah, tega-teganya ia menikahi sahabatku sendiri saat aku pergi meninggalkannya. Padahal, jika ia tahu, Rosa sahabatku itulah penyebab kepergianku dari sisinya.

Di jalanan ini pula, kini aku harus menyaksikan Angga, lelaki tercinta dan terbenciku itu, bersenda gurau dengan sahabat sekaligus pengkhianatku. Mereka asyik mengobrol tanpa memedulikan keberadaanku. Seolah dunia hanya miliki mereka berdua. Hmm, semakin perih hatiku menyaksikannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Serasa Jadi Moon Geun Yong

                                                      Oleh: Gemintang Halimatussa'diah




Ahai! Akhirnya, bakalan jadi deh ketemu sama idolaku Moon Geun Yong dan Jang Geun Suk! Tiket, paspor, izin ortu, semuanya sudah kudapatkan! Asik! Kapan lagi coba bisa bertemu mereka berdua di Singapura? Hmm, pasti bakalan seru banget! Wah, aku sampai ngebayangin betapa kerennya my favourite couple itu, hehe.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sebab Aku Rumaisha



Oleh: Gemintang Halimatussa'diah

Pedih. Meski senyum kusunggingkan di hadapan mereka. Walau aku selalu mengangguk ketika diminta untuk tabah, tetap saja hati ini terasa amat pedih. Hanya tiga hari menjelang ujian nasional, aku mendapat kabar abahku meninggal dunia. Segera kutinggalkan asrama untuk menuju rumahku yang terletak di Cibiru Bandung.

Selepasnya, tak sedikit pun aku mampu berkonsentrasi untuk belajar lagi. Yang terpikir hanya bayangan saat terakhir kali aku menghabiskan waktu bersama abah. Saat itu kami banyak bercanda, banyak pula berdiskusi untuk menentukan tempat kuliah yang tepat. Ya Allah, sungguh dada ini terasa sesak mengenangnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SANG GURU BINTANG



Oleh: Gemintang Halimatussa’diah
 

Indah lakumu begitu menginspirasi

Membuatku ingin menjadi sepertimu

Guru yang mengajar dengan cahaya cinta di hati

Tampak demikian benderang dalam pribadimu yang menawan

Kau tak hanya membuatku mereguk ilmu

Tetapi juga menghadirkan hasrat membuncah

Untuk menjadi bintang

sama seperti dirimu


Wahai sang guru bintang

 terima kasih untuk segala inspirasi 

yang telah kauberi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RESENSI BUKU "AKU TANPAMU"



Aku Tanpamu, Sebuah Kisah yang Mengharu biru

Judul buku          : Aku Tanpamu
Penulis                 : Rudy Efendy
Penerbit              : BIP
Tebal                   : 460 halaman
Tahun terbit         : 2013

Aku tanpamu…butiran debu

Ya, membaca judul novel ini mau tak mau saya jadi teringat dengan lirik lagu sebuah band tersebut. Dari judulnya, kita tentu dapat menebak bahwa novel ini bercerita tentang cinta. Sebuah cinta yang berliku dan tidak selalu terasa indah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Meski Bukan Untukku


Oleh: Gemintang Halimatussa'diah
Dedefirman Muhammad



“Aldi...!” sapa Rena, saat aku baru saja memasuki ruang kelas. “Ini,” Rena menyodorkan sebuah kotak merah muda padaku.

“Untukku?”

“Tidak perlu ditanya lagi, jelas saja untuk Raja.”

Raja, lagi dan lagi untuknya. Jelas saja untuk pria berambut ikal itu, memang siapa yang selalu ada di hatinya? Aku? Kuharap begitu. Tapi kenyataannya tidak. Pasti sekarang aku tampak seperti orang bodoh baginya. Seharusnya aku tidak bertanya itu untuk siapa, karena hampir setiap hari Rena menitipkan sebuah kotak padaku untuk Raja.

Raja, anak kelas XII IPS 1, yang tak kusangka akan menjadi bagian dari pelaku sakit hatiku. Aku menyukai Rena, tapi Rena tidak pernah tahu. Selama ini yang dia tahu adalah aku dan dia, hanyalah sebatas teman. Kurasa Rena tidak pernah sadar bahwa aku selalu bersikap baik padanya karena aku mecintainya. Dan entah kenapa, sampai saat ini aku masih setia untuk membantu Rena memberi kotak pada Raja. Mungkin karena aku ingin melihat dia bahagia.

“Kenapa bengong?” Rena membuyarkan lamunanku.

“Ah, tidak. Sini kotaknya, biar aku berikan pada Raja.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KAWANS ^^

Entri Populer